5 Barang ini Jadi Murah Semenjak Jokowi Jadi Presiden

TrendingTopic – Tiga tahun sudah Presiden Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi menjabat sebagai pemimpin bagi masyarakat Indonesia, sejak 20 Oktober 2014 silam. Tentu saja, ada banyak perubahan yang terjadi di setiap pergantian pemimpin.

Salah satunya penurunan harga. Ya, semenjak Presiden Jokowi menjabat sebagai kepala negara, tanpa disadari ada lima barang yang harganya mulai menurun. Apa saja? Berikut informasinya yang dirangkum dalam 5 Barang Jadi Murah Semenjak Jokowi Jadi Presiden, dikutip dari merdeka.com.

1.Gas

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan harga gas untuk 3 industri prioritas yakni industri pupuk, petrokimia, serta baja dan logam akan turun di bawah USD 6 per meter kubik (MMbtu).

Penurunan harga ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 40 tahun 2016 yang mengatur tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

2.Listrik

Barang berikutnya yang mengalami penurunan semanjak Jokowi menjabat sebagai Presiden ialah listrik. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir.

“Kenaikan listrik tidak ada, faktanya tarif listrik turun. Coba bandingkan dengan 2014 lalu. Ini karena kami efisiensi cukup drastis di 2015. Kalau tidak percaya coba bandingkan kwitansi pembayaran listrik dua tahun lalu dengan sekarang,” tuturnya.

3.Pangan saat Lebaran

Seluruh masyarakat Indonesia pasti juga pernah menyadari bahwa harga pangan akan melonjak drastis begitu menyambut hari perayaan besar seperti Lebaran. Namun kali ini harga pangan di Indonesia baik saat Ramadhan maupun Lebaran tidak melonjak, tetap stabil seperti harga di hari biasanya.

4.Semen di Papua

Jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, Papua mungkin adalah salah satu provinsi yang dikenal dengan barang-barangnya yang mahal. Tak terkecuali bahan industri semen. Di sana, semen bisa dihargai sampai Rp 2 juta per sak.

Tapi semenjak Jokowi menjadi presiden, harga tersebut menurun drastis hingga menjadi Rp 500.000 per sak. Hasil tersebut dampak dari kolaborasi perusahaan pelat merah seperti PT Semen Tonasa, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Pos dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV dalam mendistribusikan semen ke pedalaman Papua.

“Tapi sekarang dengan kerja sama BUMN, semua dikendalikan sehingga kita bisa monitor titik mana yang harus kita impove. (Wajib jual Rp 500.000?) Iya karena kita ada take khusus untuk itu. Kita kirim rata-rata 150 ton-300 ton per bulan (ke Puncak Jaya),” terang Direktur Utama PT Semen Tonasa, Subhan.

5.Bahan Bakar Minyak (BBM) di pedalaman

Jarak tempuh yang begitu jauh, tak heran bila membuat harga BBM di pedalaman jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga BBM di kota. Namun kamu pasti akan terkejut bila mengetahui harga BBM Kabupaten Doga, Papua, yakni seharga Rp 60.000- Rp 100.000 per liter.

“Tanya ke masyarakat, saya iseng. Bensin disini harga berapa? Rp 60.000 pak per liter. Kadang sampai Rp 100.000 pak. Kita yang disini di Jateng kalau bensin naik Rp 500 demonya sebulan,” kenang Presiden Jokowi saat mengunjungi Kabupaten Doga, Papua Juli lalu.

Namun, saat ini Presiden Jokowi menyatakan jika harga bensin di Papua sudah sama harganya dengan harga bensin di Jawa Tengah. Semua ini dilakukannya untuk membuktikan dan melaksanakan sila ke lima dari Pancasila yang menyatakan; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Sekarang di Papua, di Papua Barat harga bensin sudah sama di Jawa Tengah ini. Kalau tidak seperti itu nanti kita tidak Pancasilais. Ya dong! Itu kan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tuturnya.

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==