Benarkah Putri Diana Sengaja ‘Dibunuh’ Agar Tidak Menikahi Seorang Muslim?

 

TrendingTopic – Penyebab kematian Putri Diana hingga saat ini masih menjadi ‘misteri’.

Banyak sekali teori konspirasi yang beredar.  Ada yang menyebut bahwa ia meninggal murni karena kecelakaan, namun ada pula yang menuding bahwa ia sengaja dibunuh karena kasus perselingkuhannya dengan Kapten James Hewwit dari Household Calvary.

Sebelumnya, melansir Liputan6.com, Putri Diana tutup usia secara dramatis. Kala itu, pada 31 Agustus 1997, ia meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di terowongan Paris, Perancis. Kekasihnya, Dodi Al Fayed juga meninggal dalam insiden tersebut.

066899200_1470918612-20160811-Putri_Diana

Namun baru-baru muncul fakta baru yang menyebut kalau mantan istri Pangeran Charles itu dibunuh bukan karena ketahuan selingkuh tetapi karena agar dia tidak menikah dengan seorang Muslim.

Ayah Dodi, Mohammed Al Fayed, mengklaim kecelakaan yang menimpa anaknya dan Putri Diana disengaja oleh sopir mobil Fiat Uno dan pengendara motor yang membutakan mata Paul dengan kilatan kamera.

Mohammed Al Fayed
Mohammed Al Fayed

Menurutnya, Keluarga Kerajaan, badan intelijen Inggris dan Amerika Serikat, ada di balik kejadian tragis itu. Diduga, hal itu untuk mencegah Putri Diana menikahi seorang Muslim.

Namun dugaan tersebut dibantah oleh Ken Wharfe.

“Aku mendengar selama bertahun-tahun tentang konspirasi yang disebarkan ayah Dodi, Mohamed Fayed, dan para pendukungnya,” katanya.

Wharfe mengaku dirinya telah mempelajari laporan-laporan resmi terkait kejadian tersebut, termasuk jam-jam terakhir sebelum insiden terjadi.

“Saya bisa mengatakan dengan yakin, berdasarkan pengalamanku selama puluhan tahun sebagai polisi, bahwa kematian Diana bukan pembunuhan, melainkan kecelakaan maut yang seharusnya bisa dicegah,” tuturnya.

“Diana bukan korban dari kekuasaan tersembunyi yang menganggap perempuan itu bakal membawa malu (karena menikahi seorang Muslim), melainkan korban dari perilaku ceroboh sang kekasih dan kesalahan pengawalnya,” Wharfe menambahkan.

Wharfe menuturkan ada dua kesalahan fatal yang dilakukan Dodi Al Fayed.

Pertama, kata Wharfe, adalah pemilihan bodyguard yang diperkerjakan keluarga Fayed, yang tak bisa berkata “tidak” pada orang yang membayar mereka.

“Dodi memerintahkan Henri Paul (yang dalam pengaruh alkohol) untuk menyetir malam itu. Pengawalnya seharusnya pasang badan, menolak membiarkan Diana masuk ke mobil.”

Kedua, Dodi memerintahkan sang sopir untuk mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.

“Rees-Jones seharusnya membantahnya. Seorang petugas perlindungan polisi tidak akan ragu-ragu untuk menolak keinginan Dodi,” kata dia. “Seandainya saya bersama dengan Diana kala itu, saya akan melakukan intervensi.”

Jika Militer Indonesia dan Israel Dibandingkan, Manakah yang Lebih Garang? Lihat Nih

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==