Bukan Akibat dari Ibu Memaku Saat Mengandung, ini Fakta Lubang Kecil Didekat Telinga


Foto diolah wajibbaca.com

Misteri lubang kecil di dekat telinga

Berbahayakah atau mengalami suatu kelainan?

Menurut orang jaman dahulu di daerah jawa mengatakan, itu sebagai pertanda bahwa pada masa ibu sedang hamil saat itu memaku sesuatu. 

Orang-orang yang terlahir dengan memiliki lubang kecil di daun telinganya sangatlah sedikit. Kalau menurut adat Jawa, lubang di telinga ini disebabkan oleh Ibu yang memaku sesuatu saat sedang mengandung jabang bayi. Tapi ternyata ada fenomena ilmiah di baliknya lho.

Kondisi ini memang sangat jarang terjadi. Di Inggris, kondisi daun telinga yang berlubang hanya 1%, di Afrika 9%, dan di Asia 4-10%.

Baca juga : Selain Kesehatan, ini 4 Dampak Mengerikan LGBT Bagi Lingkungan

Orang-orang yang terlahir dengan tanda unik berupa lubang kecil di telinga bukanlah orang yang aneh atau terlahir karena ibunya memaku sesuatu pada masa kehamilan.

Kondisi ini disebut sebagai preauricular sinus. Sederhananya, lubang ini merupakan malformasi dari bintil atau lesung yang terbentuk di dekat telinga.

Preauricular sinus merupakan efek warisan kelahiran. Kondisi ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1864 oleh dokter Van Heusinger.


Foto instagram @wowfakta

Biasanya lubang ini muncul hanya di satu daun telinga saja namun saat ini 50% orang mengalami kondisi ini pada dua daun telinganya.

Menurut Neil Shubin, seorang ilmuwan biologi, lubang tersebut bisa jadi sisa evolusi dari insang ikan.

Sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi ini karena tidak memberikan dampak yang amat serius.

Risiko memiliki lubang ini adalah kemungkinan infeksi namun hal ini dapat dengan mudah diatasi dengan antibiotik.

Penyebab

1. Kelainan ini disebabkan oleh kegagalan dari penutupan hillocks of His (tonjolan) pada arkus branchialis pertama dan kedua yang akan membentuk daun telinga, pada tahapan embrionik.

Pada waktu janin berusia 4 minggu, arkus branchialis ini ada dipermukaan janin, kemudian ketika usia janin 6 minggu arkus hioid dan arkus mandibular ini menyatu di bawah kedudukan kanalis aurikularis eskterna dan tertutup.

Gangguan penutupan inilah yang menyebabkan fistula preaurikular kongenitan


Foto instagram @wowfakta

2. Embriologi Pengembangan lengkungan branchial daun telinga terbentuk selama minggu keenam kehamilan. Lengkungan branchial pertama dan kedua menimbulkan seangkaian 9 proliferations mesenchymal dikenal sebagai hillocks, untuk membentuk daun telinga definitif.

Lengkungan pertama menimbulkan ke 3 hillocks pertama, yang membentuk tragus, heliks crus, dan helix. Lengkungan kedua menimbulkan ke 3 hillocks kedua, yang membentuk antihelix, scapha, dan lobulus tersebut.

Cacat atau tidak lengkap penggabungan selama pembentukan aurikularis dianggap sebagai sumber sinus preauricular.

Teori lain menunjukkan bahwa lipat lokal dari ektoderm selama aurikularis pembangunan adalah penyebab pembentukan sinus preauricular.

Ke tiga hillocks pertama  yang paling sering dikaitkan dengan hillocks supernumerary, yang menyebabkan terbentuknya tag preauricular.

Baca juga : Awalnya Dikira Alergi, Ternyata ini Tanda Penyakit yang Cukup Menyiksa Penderitanya

3. Genetika Aktivasi gen yang benar sekuensial diperlukan untuk telinga normal dan perkembangan wajah. Mengganggu urutan aktivasi gen pada hewan laboratorium pengembangan mengganggu telinga.

Studi hubungan genetik analisis menunjukkan bahwa bawaan preauricular sinus untuk melokalisasi kromosom 8q11.1-q13.3

4. Bagian aparat neurologis, koklea, saraf pendengaran dan bentuk dalam hubungannya dengan struktur telinga luar selama tahap awal perkembangan.

Kelainan eksternal mungkin berhubungan dengan kelainan neurologis dalam dan, karenanya, menyarankan tuli mungkin.

Penanganan

Pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alcohol atau cairan antiseptic lainnya secara rutin.

Pada kasus dengan infeksi biasanya dapat diberikan antibiotic dan kompres hangat. Pembedahan fistula adalah dengan diseksi dan eksisi komplit dari fistula dan salurannya, hanya dilakukan pada infeksi yang berulang oleh karena sulitnya mengeluarkan fistula secara lengkap.


Foto instagram @wowfakta

Terapi diperlukan bila timbul infeksi pada fistula. Hal ini diterapi dengan antibiotika dan dilakukan pengangkatan fistel itu seluruhnya oleh karena bila tidak bersih dapat menimbulkan kekambuhan.

Penatalaksanaan fistula preaurikular kongenital ini tidak diperlukan kecuali pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alcohol atau cairan antiseptic lainnya secara rutin.

Pada kasus dengan infeksi biasanya dapat diberikan antibiotic dan kompres hangat.

Pembedahan dapat dilakukan, tetapi ini sulit dilakukan, karena percabangan dan salurannya yang berkelok-kelok di subkutaneus.

Cabang-cabang ini harus diangkat seluruhnya, jika ada yang tersisa maka akan butuh pengangkatan yang lebih sulit, dan berbahaya karena di dalamnya ada juga saluran cabang-cabang nervus fasialis yang tidak boleh terpotong.

Pembedahan fistula adalah dengan diseksi dan eksisi komplit dari fistula dan salurannya, hanya dilakukan pada infeksi yang berulang oleh karena sulitnya mengeluarkan fistula secara lengkap.

Kesukaran pembedahan disebabkan oleh adanya percabangan fistula sehingga sulit untuk
menentukan luas keseluruhan saluran tersebut. Selama eksisi pembedahan, harus diingat bahwa salurannya dapat berkelok – kelok dengan cabang – cabangnya di subkutaneus.

Baca juga : Tak Mengerti Karena Dikira Permen, Ibu ini Suapi Anak Ratusan Bola Gel

Diseksi sampai ke periosteum dari tulang temporal biasanya dibutuhkan, dan semua cabang – cabang dari salurannya harus diangkat untuk mencegah infeksi yang berulang.

Pengangkatan yang tidak lengkap menimbulkan sinus yang mengeluarkan cairan sehingga membutuhkan pengangkatan yang lebih sulit dan lebih radikal.

Untuk membantu pembedahan dapat disuntikkan larutan methylene blue ke dalam saluran sebelum operasi sehingga jaringan yang berwarna bisa digunakan sebagai petunjuk panjang dan luasnya fistula.

Harus diingat bahwa zat warna itu mungkin tidak memasuki seluruh cabang – cabang yang lebih kecil sehingga diperlukan ketelitian selama diseksi untuk mencari saluran – saluran kecil yang tidak berwarna.

Beberapa ahli bedah yang berpengalaman dalam menangani penyakit ini merasa bahwa penyuntikkan zat warna harus ditinggalkan karena penyebaran zat warna ke sekitarnya akan mengorbankan jaringan sehat dengan sia – sia.

Cara lain ialah dengan fistulografi, yaitu dengan cara memasukkan zat kontras ke dalam muara fistula lalu dilakukan pemeriksaan radiologis.

Pada pemeriksaan fistulografi tidak dapat menggambarkan jalur traktus yang sebenarnya karena infeksi yang berulang menimbulkan tersumbatnya traktus oleh jaringan fibrosis.

Pembedahan dilakukan apabila inflamasi sudah sembuh.

Apakah kamu termasuk ke dalam orang-orang yang langka tersebut?

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==