Mengapa Rasulullah Menyebut "ipar adalah maut"? Untuk yang Masih Satu Atap Dengan Ipar

Gambar ilustrasi via trandingnews

Ada salah satu masalah jika kita tinggal bersama dengan orang tua. Yakni, adanya orang yang bukan mahram.

Salah satunya yang sering dialami oleh seorang istri yang tinggal bersama dengan ipar laki-laki.

Namanya wanita, menjaga kehormatan itulah yang paling utama.

Sedangkan, jika ada orang yang bukan mahram yang dekat dengannya, tentu akan menggoyahkan hatinya, artinya menjadi suatu ketakutan tersendiri akan adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu, harus seperti apakah untuk bersikap?

Hal utama yang harus Anda ketahui adalah tentang kedudukan saudara ipar dalam keluarga dan dalam Islam.

Ipar bukanlah mahram.

Maka kedudukan ipar sama halnya dengan kaum muslimin dan muslimat lainnya, oleh karena itulah Nabi memperingatkan bahayanya :

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ

“Berhati-hati kalian masuk ke tempat para wanita!” Berkatalah seseorang dari kalangan Anshar, “Wahai Rasulullah! Apa pendapat Anda dengan ipar?” Beliau menjawab, “Ipar adalah maut.” (HR. Al-Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 5638)

Istri tidak diperbolehkan untuk memperlakukan iparnya seperti mahram; iparnya bukanlah mahram bagi istri Anda, ipar istri anda tidak jauh beda dengan seorang asing/tamu sehingga aturan untuk mengenakan hijab/jilbab dan menjaga diri tetap berlaku seperti dilansir dari islampos.com

Yang jadi masalah ketika terjadi hal-hal berikut:

1. Istri bersikap terlalu menggampangkan hingga membuka aurat di hadapan saudara ipar laki-lakinya.

2. Istri berkhalwat dengan ipar laki-laki di dalam rumah.

3. Salah seorang saudara suami tidak bisa dipercaya terhadap istri saudaranya. Misalnya, selalu menguntit atau mencari kelengahannya dan masuk menemuinya tanpa izin, berusaha melihat apa yang ada di balik pakaiannya, dan sebagainya.

Untuk menjaga bahaya yang terjadi lebih besar, Nabi melarangnya secara umum untuk berkhalwat (berduaan) dengan Ipar, sebagaimana sabda beliau :

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما.

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan adalah orang yang ketiga.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Dalam kondisi tersebut sebaiknya Anda hidup mandiri untuk menjauhi gangguan dan beban.

Jika orang tua tidak mengizinkan, maka jelaskanlah yang sebenarnya tentang kondisi ketidaknyamanan yang terjadi.

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==