Murid Berbakti Fredy Chandra Memberangkatkan Liburan Puluhan Gurunya Waktu Sekolah Bikin Heboh Publik Ini Alasannya…

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

loading…

Loading…

Fredy Candra yang memberi liburan 65 gurunya dari SD, SMP sampai SMA untuk liburan ke Malaysia dan Singapura ramai menuai pujian dari publik.

Lantas, apa yang membuat Fredy tergerak untuk melakukan tindakan tersebut?
“Jadi sebetulnya saya memang hormatlah pada profesi guru. Saya memang punya cita-cita untuk menyenangkan guru saya,” kata Fredi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/9/2017).

Fredy mengatakan, kondisi ekonomi para gurunya cukup sulit pada saat mengajar ia dulu.
Apalagi, saat ini para gurunya sudah banyak yang pensiun.

Oleh karena itu, Fredy bertekad untuk membahagiakan mereka.
“Ketika suatu saat saya melihat di Facebook, guru saya ada yang pensiun, saya nangis. Saya bertekadlah untuk menyenangkan mereka. Tadinya mau dikasih mentahan doang, tapi akhirnya saya putuskan (untuk jalan-jalan ke luar negeri),” ucap Fredy.

Dengan jalan-jalan ke luar negeri, menurut Fredy, guru akan mempunyai kesan dan kenangan tersendiri.
Selain itu, acara ini juga bisa menjadi ajang reuni dan silaturahmi bagi para guru.
Fredy mengakui bahwa dia pernah mengalami kecelakaan motor yang cukup parah saat SMA dulu.
Saat itu, banyak guru-guru Fredy yang datang menjenguk dan mendoakan.

“Tapi memberangkatkan guru bukan karena kecelakaan itu, tapi beberapa kali saya lihat mantan guru saya yang sudah pensiun itu kondisinya kasihan. Saya relasi dengan guru kan cukup intens, saya perhatikan terus,” ujarnya.

Pernah jadi guru

Fredy juga rupanya pernah menjalani profesi sebagai guru, namun hanya dua tahun.
Fredy menjadi guru matematika merangkap bahasa Inggris dan komputer di SD dan SMP Satyawiguna.

Di sanalah, Fredy merasakan bahwa gaji guru sangat minim.
“Gajinya saya kan dibawah UMR. Tapi senangnya luar biasa berbagi ilmu, minta anak-anak supaya berhasil,” ucap Fredy.

Akhirnya, sekitar 3 bulan lalu, Fredy mendatangi kembali SMAN 1Pekalongan, SMPN 1 Pekalongan dan SD Sampangan tempat dia menimba ilmu.

Dia meminta bantuan oleh kepala sekolah dan guru-guru yang ada di sekolah untuk mengumpulkan guru yang pernah mengajarnya, termasuk guru yang saat ini sudah pensiun.

‘Kalau mengumpulkan guru prosesnya sama guru-guru juga. Sama teman. Prosesnya lancar sih dan saya lihat kekompakan gurunya luar biasa,” kata dia.

Singkat cerita, pada 19 September lalu, para guru berangkat dari Pekalongan ke Jakarta menggunakan bus. Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Fredi dan keluarga langsung menyambut mereka dengan hangat.

“Saya langsung meluk-meluk mereka. Saya cium mereka, rasanya bahagia sekali,” kata Fredy.
Fredy tak ikut dalam perjalanan ke Singapura dan Malaysia. Dia hanya melepas para guru di bandara.
Namun, dia sudah menyiapkan biro perjalanan untuk mengatur semuanya.

Kepala SMAN 1 Pekalongan Sulikin mengungkapkan, biaya perjalanan mulai dari transportasi, hotel, hingga biaya pembuatan paspor semuanya ditanggung oleh Fredy.

Bahkan Fredy menyiapkan pendamping dengan kursi roda hingga dokter untuk mendampingi para guru yang sudah sepuh.

Para guru menikmati objek wisata di negeri tetangga selama lima hari dan baru kembali pada 24 September kemarin.

“Semuanya fasilitas kelas satu. Ini perjalanan yang paling berkesan sepanjang hidup saya,” ucap Sulikin.

Rita Heini, guru yang mengajar mata pelajaran Ekonomi/Akuntansi saat Fredy di Kelas 1 SMAN 1 Pekalongan mengatakan, para guru juga mendapatkan uang saku untuk membeli oleh-oleh.
Uang tersebut berbentuk pecahan dollar Singapura dan ringgit Malaysia.
“Saya diajak saja sudah senang, lha ini malah dikasih uang saku untuk membeli oleh-oleh,” kata dia.

Loading…

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==