Sebut Bom Bekasi Sebagai Pengalihan Isu, Eko Patrio Diperiksa Bareskrim. JONRU Kapan…?


TrendingTopic.info – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Mabes Polri memanggil politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.

Pria yang juga komedian ini diperiksa atas tuduhan pelanggaran Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait pernyataannya bahwa rencana bom Istana sebagai pengalihan isu kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


“Iya hari ini diperiksa Pidum Bareskrim Polri,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Rikwanto di Jakarta, Kamis (15/12).


Namun Rikwanto belum bisa memastikan apakah politisi asal Nganjuk, Jawa Timur itu memenuhi panggilan penyidik. Dia hanya mengungkapkan, Eko diperiksa buntut laporan seseorang bernama Sofyan Armawan yang membuat laporan polisi Nomor: LP/1233/XII/2016/Bareskrim tanggal 14 Desember 2016.


Eko dituduh melanggar pidana kejahatan terhadap penguasa umum dan atau ITE sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 KUHP dan atau UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.


Tak hanya itu, dalam surat pemanggilan tercantum surat perintah penyelidikan dengan Nomor: Sp.lidik/1959-subdit IXII/2016/Dit Tipidum, tanggal 14 Desember 2016.


Sementara Eko telah membantah isu tersebut.


Lalu bagaimana dengan Jonru. Bukankah Jonru pun melakukan hal yang sama..?

Berikut postingannya…:



BOM BAS TIS

Oleh: Nandang Burhanuddin

Ada bom 3 kg. Dibawa dari SOLO ke Bekasi. Rencana digunakan untuk meledakkan istana. Waktunya saat pergantian paspampres. Bom meledak setengahnya.

1. Bom 3 kg. 
Bentuknya apa? 
Beli bahannya dari mana? 
Uangnya dari siapa? 
Kok bisa belanja bahan bom 3 kg? 
Apa gak dicurigai?
TNI sejak lama mengaku tak punya bahan C4.

2. Dibawa dari Solo. 
Dibawa pake apa?
Via kereta, bus, truk, atau mobil pribadi? 
Jarak ratusan km, bukankah rajin operasi? 
Kok bisa lolos? 
Operasi selama ini ngapain aja? 

Kok Solo? Bukankah Jokowi mantan Walkot Solo? 
Ada apa sich dengan Solo? 
Selalu bikin apa-apa serba bantet. 
Kagak jadi apa-apa. 
ESEMKA…astagfirullah.
Gubernur..inna lillahi. 
Presiden…na’udzubillah.
Teroris…yahdihumullah.
Jika dengan ABB. Bukankah ABB sejak 2008 dipenjarakan?

3. Meledakkan istana saat pergantian jaga paspampres. 
Masa sich. Sinyal HP saja susah. Apalagi sinyal bom. 
Lagian Paspampres dianggap pasukan pampers apa? Pelecehan banget. 
Setahu ane. Istana itu dijaga 4 lapis. Jangankan bom. Kue lapis aja, bisa lumer. 
Ngaco banget deh….

4. Bom meledak setengahnya. 
Mirip lagu balonku ada lima. 
Meletus balon hijau dooor. 
Hatiku sangat kacau. 
Bomku tinggal setengah. 
Kupegang erat-erat. 

Emang bom bisa dipisah-pisahin kayak bolu kukus ubi Cilembu?

Sampai di sini. Kepolisian kurang lihai membuat skenario secanggih Bom Bali II. Itu dulu…. Dulu rakyat mudah dibohongi. Belum banyak pengguna medsos. Tapi sekarang? Maaf-maaf. Cerita polisi gariing….(vr)

Subscribe to receive free email updates:

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==