Ternyata ini Penyebab Jenazah Bondan Winarno "Maknyus" Tak Dimakamkan

Alasan Mengapa Bondan Winarno tak di kuburkan….

Presenter yang mempopulerkan jargon “Maknyus” ini menghembuskan nafas terakhirnya kemarin. Tapi ada satu hal yang masih mengganjal atas kematian Bondan Winarno. Ternyata Bondan Winarno tak di kubur. Mengapa?

Mengutip teraspublik, sebelum meninggal, pakar kuliner berjargon “maknyus” tersebut meminta jenazahnya dikremasi dapat beristirahat tenang dalam tidur panjang.

Hal tersebut diungkapkan anak keduanya, Elisio Raket.

Baca Juga : Ternyata ini Penyebab Pak Bondan Winarno “Maknyus” Meninggal Dunia

“Sesuai keinginan dan kehendak beliau sebelum meninggal, dia minta dikremasi. Jadi kami akan kremasi jenazahnya,” kata Elision di RS Harapan Kita, Jakarta, tempat ayahnya menghembuskan nafas terakhir.

Kendati demikian, pihak keluarga belum memutuskan tempat kremasi.

Sudah tahu kan, apa itu kremasi?

Kremasi atau pengabuan adalah praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara membakarnya. Biasanya hal ini dilakukan di sebuah krematorium/pancaka atau biasa juga di sebuah makam di Bali yang disebut setra atau pasetran.

Praktik kremasi di Bali disebut ngaben.

Apabila dilakukan di sebuah pancaka, biasanya jenazah ditaruh di sebuah peti kayu dan dibakar pada suhu 760 hingga 1150°C. Abu pembakaran kira-kira beratnya sekitar 5 persen berat jenazah.

Baca Juga : Sebelum Meninggal, ini Isi “Surat” Bondan Winarno Ungkap Penyakit yang Dideritanya

Di dunia Barat kuno, praktik penunuan mayat dilakukan pula, hal ini disebut di kitab Perjanjian Lama dan banyak dilakukan di peradaban Yunani kuno dan Romawi.

Setelah masuknya agama Kristen di Dunia Barat, penunuan mayat dilarang karena Gereja Kristen percaya akan kebangkitan pada Hari Kiamat. Tetapi semenjak abad ke-19, praktik ini sering dilakukan lagi.

Pada tahun 1963, Paus memperbolehkan praktik penunuan mayat lagi untuk umat Katolik dan sejak tahun 1966, para pastor diperbolehkan mengiringi tata cara pengabuan.

Selain alasan-alasan teologis, praktik penunuan mayat seringkali dilakukan berdasarkan pertimbangan praktis: lahan pekuburan yang semakin terbatas di kota-kota besar membuat orang memilih pengabuan daripada penguburan.

Ditanya Agamanya 

Pada tahun 2010, sekitar 7 tahun sebelum meninggal dunia, almarhum pernah ditayanya warganet soal apa agamanya.

Pertanyaan itu dilontarkan melalui Twitter.

Pemilik akun @nina_azkanich menulis kicauan, “@PakBondan muslim.”

Kemudian Bonda melalui akunnya @PakBondan membalas, “Saya bukan non-Muslim. Saya Kristen.”

Rupanya akun @nina_azkanich kini terhapus.

Namun, warganet masih menyimpan kicauannya.

Dipersembahkan oleh : TrendingTopic.info

Sebarkan info ini ke teman-teman Anda!!

Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==